Adalah ungkapan ‘kesayangan’ Agus ke salah satu sahabatnya, Doni, di film Jomblo (2006). Day 7 dari #30daysofwritingchallenge. Enjoy!

Sering saya temui beberapa teman atau kenalan memandang sebelah mata film-film Indonesia. Alasan mereka biasanya karena kualitas film. Melalui segi apapun menurut mereka nggak banget.

Padahal menurut saya, nggak semua film Indonesia layak untuk diperlakukan demikian. Ada beberapa karya sineas tanah air yang menurut saya bahkan memukau. Memang harus diakui banyak juga yang tidak sesuai harapan.

Nonton film adalah salah satu hobi saya. Dari genre apapun, kecuali horror. Saya nonton film-film berat yang membuat penonton mikir. Tapi, favorit saya adalah film ringan yang meghibur dan membawa pesan yang dalam. Saya nggak keberatan untuk nonton film yang sama berkali-kali. Sebut saja Green Book, the Intern, the Internship, Black Panther, Trilogy of “Before Sunrise, Before Sunset, and Before Midnight”, dan masih banyak lagi lainnya.

Jadi, mengambil satu film favorit dari banyaknya list yang saya punya bukanlah hal yang mudah. Namun, kali ini saya ingin menulis tentang film Indonesia. Meski bukan satu-satunya yang membekas, salah film karya sutradara lokal Indonesia favorit saya adalah “Jomblo” nya Hanung Bramantyo. Ini adalah film yang diadaptasi dari satu novel karya Adhitya Mulya dengan judul yang sama.

Agus, Bimo, Doni, dan Olip — diambil dari sini

Saya putuskan ambil film ini dengan membertimbangkan faktor relatable and memorable dengan kehidupan saya pribadi. Premis yang diangkat sebagai jalan cerita juga sederhana dan dekat dengan keseharian, terutama di kalangan kehidupan mahasiswa. Singkatnya, tema yang diusung Hanung dalam film ini adalah tentang rusaknya persahabatan 4 orang pemuda (Agus, Doni, Bimo, dan Olip) karena cinta. Doni, seorang playboy yang sering gonta-ganti cewek akhirnya jatuh hati kepada Asri, yang mana adalah crush abadinya Olip. Setting film ini di Bandung, dengan kebanyakan scene diambil diambil di kampus lama saya, Institut Teknologi Bandung (ITB). Beberapa tempat bikin saya nostalgia ke masa-masa kuliah. Beberapa momen membuat saya kangen masa-masa menjadi mahasiswa.

Jomblo adalah karya yang sederhana tapi memikat. Saya sudah nonton film ini lebih dari 3 kali. Untuk sekedar nostalgia pada kampus atau Bandung, ini adalah salah 1 film yang saya pilih. Beberapa scene diambil di Gedung Sipil dan Arsitektur ITB yang memang “nyeni”. A memorable scene di sini adalah ketika Agus, mahasiswa Teknik Sipil, dengan tekad nekat dan konyolnya memakai kostum ayam untuk mengambil hati Lani, seorang mahasiswi Teknik Arsitektur. Scene memorable berikutnya adalah di track lagi Saraga ketika Olip mengajak Bimo lari pagi membututi Asri. Dan tentunya, yang nggak bisa saya lupakan, scene keren ketika Olip dan Doni berantem karena Asri di Sanken.

Di atas adalah kutipan Agus ke Lany, selingkuhannya, ketika Agus memutuskan untuk meninggalkan Lany dan memilih bertahan dengan pacarnya. Setelah usaha “goblog” nya sampai datang ke Lembaga Kemahasiswaan Kampus demi mendapat informasi data pribadi Lany. Juga memakai kostum ayam dan secara nggak sengaja membuatnya masuk ke ruang perkuliahan Lany. Agus lalu confess di depan kelas, disaksikan dosen dan anak-anak yang lagi kuliah.

Jomblo menonjolkan komedi yang fresh, dengan porsi yang cukup pas tanpa mengurangi esensi pesan yang ingin disampaikan sutradara. Komedi yang dibawa bukanlah komedi murahan, seperti film-film lokal yang pada umumnya beredar di pasaran.

Akting para pemainnya juga ok. Empat orang sahabat yang diwakili Ringgo Agus Rahman, Cristian Sugiono, Dennis Adhiswara, dan Rizky Hanggono tampil apik. Menurut saya, Ringgo dan Dennis adalah yang terbaik. Ringgo Agus Rahman sudah nggak perlu diragukan lagi kelasnya sebagai salah satu yang terbaik dalam memerankan tokoh utama yang kocak. Aktris perempuan utama, Rianti Cartwright terlihat memukau dan menjadi magnit tersendiri.

Day 7 dari #30daysofwritingchallenge. Saya telat upload 1 sehari. Karena kemarin jadwal lagi padet. Hope you like it!

Crafting Stories for Therapy

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store